Keindahan fisik Rasulullah Saw

Rasulullah Saw. adalah insan terbaik yang diutus Allah Swt. untuk membuat kemaslahatan umat manusia dengan memperbaiki akhlak atau moral manusia. Tidak seperti nabi-nabi lainnya yang hanya diutus untuk satu umat, Nabi Muhammad diutus untuk seluruh umat manusia bahkan alam semesta. 

Sebagaimana yang Allah Swt. firmankan dalam surat al-Anbiya’ ayat 107:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ      

“Dan tiadalah kamu (Muhammad) mengutus kamu kecuali untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”

Kita yang mengaku beriman kepada Rasulullah Saw. wajib menjadikan Beliau sebagai teladan kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Karena Rasulullah adalah sebaik-baik teladan atau uswah hasanah

Di samping itu, dalam hadits dikatakan bahwa keimanan seseorang diukur dari seberapa besar kecintaannya kepada Rasulullah Saw. sehingga iman terbaik adalah ketika mencintai Rasulullah Saw. melebihi mencintai dirinya sendiri. 

Oleh karena itu, penting sekali kita mengenal Rasulullah Saw. lebih dalam agar cinta di hati kita semakin besar dan semakin rindu kepada Beliau Saw. Salah satu pengenalan kita kepada Rasulullah adalah dengan mengenali keindahan fisik mulia Rasulullah Saw. 

Perawakan Nabi Saw

Sebagai makhluk terbaik, pastinya Allah menganugerahi Nabi tubuh atau fisik yang terbaik. Salah satu di antaranya adalah perawakan Beliau. Mari kita lihat dalam hadits berikut.

عن أنس بن مالك قال كان رسول الله صلى الله عليه وسلم ربعة ليس بالطويل ولا بالقصير، حسن الجسم  

“Dari Anas bin Malik ia berkata: Adalah Rasulullah Saw. berperawakan sedang, tidak terlalu tinggi dan tidak pula terlalu pendek, itu adalah tubuh yang terbaik”. (HR. al-Bukhari dan lainnya)

Jelas dalam hadits tersebut dikatakan bahwa Rasulullah memiliki tubuh yang ideal, karena tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek. Ini adalah perawakan manusia yang terbaik. Sebab jika terlalu tinggi maka itu tidak ideal sebagai umumnya manusia, begitu pula jika terlalu pendek.

Rambut Rasulullah

Rambut dikatakan sebagai mahkotanya laki-laki, maka rambut Rasulullah ini sangatlah indah. Untuk mengenal rambut Beliau, kita lihat dahulu seberapa panjangnya rambut Rasulullah dalam Hadits berikut.

عن أنس بن مالك قال كان شعر رسول الله صلى الله عليه وسلم إلى نصف أذنيه. (أخرجه مسلم)  

 “Dari Anas bin Malik ia berkata: Bahwasanya rambut Rasulullah Saw (panjangnya) sampai setengah telinganya” (HR. Muslim).

عن عائشة قالت كنت أغتسل أنا ورسول الله صلى الله عليه وسلم من إناء واحد، وكان له شعر فوق الجمة، ودون الوفرة . (أخرجه ابن ماجه)

“Dari Aisyah Ra. ia berkata: Suatu ketika aku mandi bersama Rasulullah Saw. dalam satu wadah, dan rambut Beliau (panjangnya) sampai di atas bahu dan di bawahnya daun telinga”. (HR. Ibnu Majah)

Kedua hadits tersebut menggambarkan panjang rambut Rasulullah Saw. yang berbeda. Hal ini adalah wajar sebab rambut selalu tumbuh memanjang. Akan tapi dari hadits tersebut kita tahu bahwa rambut Rasulullah tidak terlalu panjang tidak pula terlalu pendek.

Lalu bagaimana jenis rambut Rasulullah Saw? Apakah lurus atau keriting? Dalam hadits riwayat Imam al-Tirmidzi dikatakan;

لم يكن بالجعد ولا بالسبط، كان يبلغ شعره شحمة أذنيه. 

“Rambut Beliau Saw tidak keriting dan tidak pula terlalu lurus, panjangnya sampai daun telinga”

Jadi rambut Rasulullah tidak lurus dan tidak keriting, bisa dikatakan sedikit bergelombang yang indah. Kemudian mari kita lihat bagaimana gaya rambut Rasulullah Saw dalam hadits berikut:

عن أم هانىء بنت أبي طالب قالت قدم رسول الله صلى الله عليه وسلم مكّة قدمة وله أربع غدائر 

”Dari Ummu Hani’ binti Abi Thalib, ia berkata: Suatu ketika Rasulullah berkunjung ke Makkah dan Beliau memiliki empat kepang (rambut)”. (HR. al-Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah)

أنَّ رَسولَ اللَّهِ ﷺ كانَ يَسْدِلُ شَعَرَهُ، وكانَ المُشْرِكُونَ يَفْرُقُونَ رُؤُوسَهُمْ، فَكانَ أهْلُ الكِتابِ يَسْدِلُونَ رُؤُوسَهُمْ، وكانَ رَسولُ اللَّهِ ﷺ يُحِبُّ مُوافَقَةَ أهْلِ الكِتابِ فِيما لَمْ يُؤْمَرْ فيه بشَيءٍ، ثُمَّ فَرَقَ رَسولُ اللَّهِ ﷺ رَأْسَهُ. 

“Bahwasanya Rasulullah Saw. menguraikan rambutnya, sedangkan kaum musyrikin membelah (rambut) kepalanya, dan ahli kitab menguraikan rambutnya. Dan Rasulullah Saw, lebih menyukai setuju dengan ahli kitab selama tidak ada perintah di dalamnya, kemudian Rasulullah membelah rambutnya”. (HR. al-Bukhari & al-Tirmidzi).

Kedua hadits tersebut menunjukkan bahwa Rasulullah pernah mengikat atau mengepang rambutnya. Di lain waktu Beliau menguraikan rambutnya. Dan pada akhirnya Beliau  membelah rambutnya (menjadi dua bagian). Hal ini menunjukkan semua gaya dan model penataan rambut seperti di atas adalah boleh. 

Alis Rasulullah

Masih di seputar kepala mulia Rasulullah Saw. mari kita lihat bagaimana alis Nabi Saw. 

قال هند بن أبي هالة رضي الله عنه : كان رسول الله صلى الله عليه وسلم  أزج الحواجب ، سوابغ في غير قرن ، بينهما عرق يدره الغضب 

“Hindun bin Abi Hallah Ra. berkata: Bahwasanya alis Rasulullah itu tipis memanjang, ujung alis dan ujung alis lainnya tidak tersambung, di antara alisnya terdapat urat yang hanya terlihat ketika Beliau marah”. (HR. al-Thabrani & al-Tirmidzi)

عن علي بن أبي طالب رضي الله عنه قال : كان رسول الله صلى الله عليه وسلم  أغر أبلج أهدب الأشفار 

"Dari ‘Ali bin Abi Thalib Ra. ia berkata: Adalah Rasulullah Saw. sangat bersih dahinya, tidak bertemu (bersambung) kedua alisnya, dan lebat bulu matanya”. (HR. Ahmad & Ibnu Sa’ad)

Betapa cukup kedua hadits tersebut menggambarkan indahnya alis Rasulullah Saw. alis yang tipis (tidak terlalu tipis) yang memanjang tapi tidak tersambung di antara kedua alisnya. Bahkan dalam riwayat lain dikatakan seakan-akan alis beliau digambar dengan pensil alis. 

selain itu, keringat Beliau sangat wangi, melebihi wanginya minyak misik. Mata beliau berwarna hitam pekat dan putih bersih. Jidat Beliau lebar dan hidungnya mancung. Adapun bentuk wajah Beliau lebih condong ke bundar dan ini bentuk wajah yang terbaik.

Pernah suatu ketika ada salah seorang bertanya mengenai bentuk wajah Rasulullah apakah seperti pedang? lalu dijawab oleh sahabat, “tidak, tapi seperti rembulan”. Demikianlah sedikit keindahan Rasulullah yang dapat kami tulis.

Sungguh menggambarkan keindahan Rasulullah tidak akan cukup dengan tulisan, karena begitu agung dan indahnya Beliau Saw. Sehingga Sayyidina ‘Ali bin Abi Thalib berkata ”Aku tidak pernah melihat seseorang yang seperti Rasulullah baik sebelum dan sesudahnya”. Wallahu a’lam.